|
Apakah Indonesia akan terus ragu melindungi sawit, atau berani melangkah demi masa depan ekonomi nasional? Anggota Komisi V DPR RI Firman Subagyo menjawab tegas dalam wawancara bersama Haryo Ristamaji, Pemimpin Redaksi Radio Elshinta.
Firman menegaskan kelapa sawit bukan sekadar komoditas perkebunan, melainkan aset strategis nasional dengan kontribusi besar terhadap devisa negara dan potensi sebagai sumber energi baru terbarukan. Namun hingga kini, sawit kerap berada dalam posisi defensif akibat tekanan berbagai pihak, sementara negara dinilai belum sepenuhnya hadir memberikan perlindungan yang tegas.
Dalam perbincangan ini, Firman juga mengulas persoalan ketelanjuran lahan sawit yang menurutnya berakar dari kesalahan kebijakan dan pembiaran negara di masa lalu, sehingga mendorong masyarakat menanam sawit untuk bertahan hidup. Meski telah diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja, ia menekankan bahwa implementasi di lapangan harus benar-benar menghadirkan kepastian hukum bagi petani dan pelaku usaha.
Firman mengingatkan agar Indonesia tidak terlambat mengambil langkah strategis, seperti yang pernah terjadi pada industri tekstil nasional. Sawit, tegasnya, bukan musuh negara, melainkan komoditas strategis yang harus dikelola secara berkelanjutan, adil, dan bertanggung jawab demi masa depan ekonomi bangsa.
|