|
Sebanyak 100 abang becak lanjut usia di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menerima bantuan becak listrik dan paket sembako yang diberikan secara langsung atas nama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Selasa (25/11). Penyerahan berlangsung di Pendopo Grahama Jatama Pemkab Mojokerto.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Disebutkan, seluruh becak listrik tersebut dibeli menggunakan dana pribadi Presiden Prabowo, bukan berasal dari anggaran negara. Program ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap para pengayuh becak manual yang sebagian besar telah berusia lanjut.
Wakil Ketua Yayasan GSN, Nani Sudariyati, menjelaskan bahwa produksi becak listrik ini masih terbatas karena teknologi dan pabrikasinya tergolong baru.
“Jangan lupa, ini adalah yang pertama di dunia. Jadi pabriknya kan tidak bisa langsung cepat karena ini masih baru juga. Dulu kami pesan ke PT LEN, sekarang ini juga masih ada di PT LEN, BUMN, dan PT Pindad,” ujar Nani.
Ia juga menambahkan bahwa PT Pindad yang biasanya memproduksi alutsista kini turut memproduksi sebagian unit becak listrik tersebut.
“Pindad ini biasanya bikin senjata, peluru, tembakan, mortir. Sekarang harus bikin sebagian becak listrik. Jadi produksinya terus terang tidak bisa cepat,” jelasnya.
Hingga saat ini, menurut Nani, jumlah becak listrik yang telah disalurkan secara nasional mencapai 2.312 unit, dan ditargetkan mencapai 5.000 unit hingga akhir tahun.
Ia menegaskan kembali bahwa setiap unit becak listrik yang nilainya mencapai Rp22 juta tidak boleh diperjualbelikan oleh para penerima.
“Becak ini tidak boleh dijual dan harus dirawat dengan baik oleh penerima,” tegasnya.
Selain pembagian becak listrik, paket sembako juga diberikan kepada para lansia di sekitar lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para abang becak lansia dan mendukung kemudahan mereka dalam mencari nafkah dengan lebih aman, sehat, dan efisien. |