|
Dalam peringatan HUT ke-80 TNI, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, kepemimpinan di tubuh TNI harus lahir dari prestasi, bukan sekadar senioritas.
Pesan ini menjadi penanda arah baru: bahwa profesionalisme dan kemampuan harus diutamakan dalam menentukan pemimpin TNI.
Pertanyaannya, apakah ini langkah menuju budaya meritokrasi di tubuh militer Indonesia? Yang pasti, pesan Presiden menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI terletak pada integritas dan kualitas para pemimpinnya.
Talk:
- Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI) Saiful Anam
- Pengamat Militer dan Intelijen, yang juga Kepala Badan Intelijen Strategis TNI Periode 2011-2013, Laksamana Muda TNI (Purn.) Soleman B. Ponto |