|
Description:
|
|
Pembawa Renungan : RP. John Laba, SDB
Timor Leste
Mrk. 6:1-6;
Lectio:
Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Demikianlah Injil Tuhan kita.
Terpujilah Kristus.
Renungan:
Berpikir Positif itu perlu dan harus
Saya senang untuk menggunakan judul renungan pada hari ini yakni berpikir positif itu perlu dan harus. Masing-masing kita secara pribadi memang perlu dan harus berpikir positif sebab dengan berpikir positif kita dapat menjadi pribadi yang lebih sehat rohani dan jasmani, lebih fokus pada pekerjaan-pekerjaan yang dipercayakan kepada kita, selalu melihat hal-hal yang terbaik di dalam diri sesama, kita lebih percaya diri, mampu mengambil keputusan yang tepat dan lain sebagainya. Kalau saja kita berpikir negatif maka kita akan salah dalam berpikir, berkata dan bertindak. Itu sebabnya saya mengatakan bahwa berpikir positif itu perlu dan harus kita lakukan sepanjang hidup ini.
Ada dua sosok yang menginspirasi saya untuk memperdalam renungan pada hari ini. Sosok pertama adalah Zig Ziglar. Beliau adalah seorang penulis berkebangsaan Amerika Serikat (1926-2012). Beliau pernah berkata: “Dengan berpikir positif akan membiarkan anda melakukan segala sesuatu lebih baik daripada berpikir negatif”. Saya sepakat dengannya karena kita akan mendapat keuntungan dalam berpikir, berkata dan bertindak. Dengan berpikir negatif kita hanya hidup dalam alam kekecewaan dan ketidakpuasan. Sosok kedua adalah Norman Vincent Peale. Beliau adalah seorang Pastor dan penulis berkebangsaan Amerika Serikat (1898-1993). Inilah perkataan beliau: “Orang-orang menjadi begitu luar biasa ketika mereka mulai berpikir positif bahwa mereka bisa melakukan sesuatu. Saat mereka percaya pada diri mereka sendiri, mereka memiliki rahasia kesuksesan yang pertama.” Dua pendapat dan pikiran yang menginspirasi bagi kita semua tentang indahnya berpikir positif.
Hari ini kita mendengar sebuah kisah Injil tentang pengalaman pribadi Yesus yang dapat melatih kita untuk berpikir positif terhadap Tuhan dan sesama. Dikisahkan oleh Penginjil Markus sebelumnya bahwa Tuhan Yesus melakukan dua mukjizat yang menakjubkan yaitu membangkitkan anak perempuan Yairus dan seorang perempuan yang mengalami sakit pendarahan di seberang danau Galilea. Kini Dia meninggalkan tempat ini dan berangkat ke gunung, tepatnya di kampung halaman-Nya yaitu Nazareth. Para murid-Nya mengikuti Dia. Mungkin ada di antara mereka yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Nazaret. Kita mengingat Natanael yang berkata kepada Filipus tentang Yesus: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yoh 1:46). Bagi mereka orang-orang Nazaret memang jauh di gunung dan masih ketinggalan di bandingkan dengan daerah sekitar danau Galilea yang lebih maju karena sebagai pusat perniagaan.
Pada hari Sabat Tuhan Yesus yang sudah dikenal di seluruh Galilea masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar di sana. Yesus yang sebelumnya mereka kenal ternyata sekarang tampil beda. Mereka tidak hanya mendengar dari perkataan orang, tetapi sekarang mereka melihat dan mendengar secara langsung semua p... |